19 Kerja di Ahensi Itu (Part 2)

Tepat di hari ini, gue sudah menjadi anak digital ahensi selama kurang lebih 4 tahun, atau tepatnya 46 bulan. Memang belum selama kalian, tapi di rentang waktu tersebut, ada cukup banyak ilmu yang gue dapet. Terutama dalam 1,5 tahun terakhir seru-seruan di Growmint.

Buat gue, kerja di ahensi itu sama halnya dengan kerja sebagai aparatur negara atau aktivis sosial. Kita semua nih, harus bisa mendengar aspirasi, keluhan, komentar orang banyak (followers brand yang kita pegang), dan melakukan reaksi terhadapnya (balesin komen dan komplen). Kita juga harus peka dengan situasi di sekeliling (bikin campaign-campaign riding the moment, responsive wall post).

Yang paling seru adalah bisa nyenengin orang banyak dengan berlomba-lomba dengan brand competitor buat bikin konten-konten seru, positif, lucu. Intinya kita nih anak ahensi mengutamakan kesenangan dan kepentingan orang banyak daripada kesenangan pribadi. Cukup mulia kan kak 🙂

IMG_0874

 

Sebagai lanjutan dari tulisan gue sebelumnya 27 Hal Kerja Di Ahensi Itu. Berikut ada 19 hal lagi yang harus diperhatiin sebagai Anak Ahensi.

  1. Sebagai anak ahensi digital, lo harus selalu berhubungan dengan insight. Sebaiknya punya referensi data yang akurat dan update. Salah satunya adalah Inside ID yang bisa lo bookmark sekarang.
  2. Rajin-rajin dateng ke acara seni biar artsy dan memancing kreativitas. Oia, pinter-pinter pilih baju (yang bukan ciri khas hipster), kalo egak kalian akan nampak sama di sana. Baju putih garis-garis, snapback, jogger, disimpen aja dulu di lemari.
  3. Jangan sampe gak gabung di FB Group Ahensi Ex Ahensi yang perlu dijaga adalah interaksi kalian aja. Biasanya kalo yang suka ngetik “sent” di kolom itu anak baru 😀
  4. Buat yang belum pernah ngerasain pitching, minta sama head-nya supaya boleh ikutan. Karena pitching, proses yang bagus banget buat mengasah ide yang gak kesalurkan di project maintenance.
  5. Punya skill dan komitmen tinggi di kantor. Kalo lo bisa masuk dalam “Tim SWAT” di ahensi lo, itu tandanya lo udah satu level di atas dibanding yang lain.
  6. Harus bisa bahasa mata sama partner atau bos lo, salah satu cara komunikasi efektif di situasi darurat, terutama saat meeting dengan klien.
  7. Rajin cari dan ikut ajang penghargaan di industri, kalau merasa peluang lo kecil di salah satu ajang dengan pemenang yang itu lagi itu lagi. Tetap semangat dan cari pintu lain yang masih terbuka.
  8. Buat para calon anak magang, tetap semangat ya sama kakak-kakak ahensi. Jago banget buat nyuri perhatian dan jangan kaget kalo jadi baper. Maklumin juga kalau bukan hanya para jomblo yang deketin kalian.
  9. Anak ahensi harus jago jaga kesehatan. Bisa futsal, lari malem di GBK 2X seminggu, atau bisa ikutan #growes sepedaan.
  10. Buat nambah ilmu sering-sering ikutan acara sharing di luar, kaya Facebook Open House, acara-acara Google, termasuk acara #SeringSharing
  11. Buat kakak-kakak ahensi yang udah hijrah ke sisi seberang, jangan galak-galak ya sama ahensi nantinya. Jadilah bagian dari generasi anti-bullyingahensi, kecuali emang ndablek banget 😀
  12. Percuma punya smartphone canggih, kuota internet gak terbatas, tapi gak connect email kantor.
  13. Walaupun gue bukan designer, tapi kini kutahu gimana rasanya ketika ngedenger “tinggal ceplok aja,” “gitu doank kok,” “gak usah bagus-bagus” Walaupun kadang masih juga keceplosan.
  14. Di industri kita ini, ada yang namanya anak lokal dan anak multi. Kadang, kita yang lokal suka minder sama anak multi. Tapi, banyak juga anak multi yang kegoda sama lokal. Yah namanya juga hidup kak 😀
  15. Pilih menang award atau menang pitching? Cuma kita yang tau perbedaan rasanya.
  16. Kalo lo udah pernah kerja di beberapa ahensi dan udah/mau resepsi. Pasti bakalan aneh pas mau foto bersama di pelaminan. Yang jadi tamu juga kadang awkward.
  17. Punya Youtube Channel, punya akun anonim walaupun gak terkenal, atau paling enggak jadi starter hashtag di instagram #didepanmata 😀
  18. Seperti gue bilang di atas, profesi kita itu cukup mulia. Jadi bikinlah ide untuk brand tercinta yang punya positive impact buat society. Asedap.
  19. Terakhir, coba deh sekali-kali kirim email dengan gaya “email perpisahan” yang isinya ngucapin rasa terima kasih sama ahensi lo, leader lo, temen-temen lo buat kerjasama selama ini. Jangan nunggu sampai resign :’)

Boleh banget buat yang udah baca untuk nambahin beberapa hal penting lainnya saat jadi anak ahensi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s