Selamat Hari Perempuan Indonesia

IMG_1766

Beberapa bulan lau, gue melihat satu video campaign dari brand kurang terkenal di US. Video itu berisi tentang testimonial dari beberapa wanita dan pria dewasa yang disuruh memperagakan “Bagaimana Melakukan Suatu Hal Dengan Gaya Perempuan.”

Sang sutradara meminta mereka untuk memperagakan bagaimana sih seorang perempuan itu berlari, seorang perempuan itu memukul, melempar bola baseball, dan beberapa gerakan aktif lainnya. Hasilnya? Seluruh narasumber memberikan gerakan-gerakan yang lembek dan kurang bertenaga.

Hasil berbeda ketika sutradara meminta hal yang sama kepada anak-anak perempuan berusia sekitar 10 tahun. Si anak perempuan dengan sungguh-sungguh memperagakan bagaimana seharusnya perempuan itu memukul, melempar bola, dan berlari. Jauh dari kesan menye-menye dan lembek.

Video ini membuat gue menyadari bahwa dulu, gue sering banget bilang, “Ah lo lari udah kaya cewek. Yah pukulan lo lembek amat, kaya cewek aja lo!” Kalimat-kalimat seperti itu secara gak langsung memberikan stigma bahwa seorang perempuan itu lemah dan gak bisa diandalkan. Sekarang, gue ingin menebus kelakuan minus itu dengan mencoba berbuat hal yang sama namun dengan bentuk yang berbeda.

Sepanjang gue bekerja selama ini, gue bertemu dengan sosok-sosok perempuan hebat yang benar-benar bisa diandalkan. Gue meminta testimoni kepada mereka lewat email tentang “Apa Arti Perempuan Indonesia Bagimu?” Sedikit mimpi memang untuk mengumpulkan semua suara dari mereka, tapi layak untuk dicoba.

Dan itu terbukti, suara mereka tentang sosok Perempuan Indonesia sangat layak untuk dibaca. Berikut adalah beberapa yang berhasil gue rangkum sampai tadi malam.

Ditulis oleh;
Fadillah Yuliasari (Ellie)
Marketing Public Relation Palladium

Apa yang membuatmu bangga terlahir sebagai wanita Indonesia? Bagi saya, tidak ada alasan untuk tidak berbangga hati dan berbahagia terlahir sebagai wanita di tanah air yang cantik ini, di era yang sudah merdeka.

Bangga karena sesungguhnya tidak mudah menjadi seorang wanita di negeri yang sedang berkembang namun masih kental dengan budaya ketimuran dan juga faktor agama yang tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari. Bagaimana kami ingin sekali berkembang dan menyamakan level kami dengan para pria dan wanita di luaran sana, tapi masih saja terbentur adat, budaya dan larangan-larangan agama yang kami anut.

Tanpa maksud beropini bahwa adat, budaya, dan ajaran agama tadi menghalangi gerak kami, namun justru sebaliknya. Saya melihat hal-hal tersebut semacam pengingat agar kami tidak keluar batas. Bagaimana berpikiran seterbuka mungkin namun tetap dalam batasan-batasan tertentu. Saya jamin, kami wanita Indonesia terbiasa dengan hal ini dan semakin lihai memainkan peran kami.

Mengejar sukses di bidang pekerjaannya masing-masing, berkontribusi bagi dunia sosial di luar kehidupan personalnya, bertekad tetap menjalankan hobi di tengah kesibukannya dan di saat yang bersamaan, juga sukses di kehidupan pribadi sebagai seorang ibu, istri, maupun kakak/adik perempuan. Tidak mudah sama sekali. Dan tidak ada yang bilang mudah.

Di era keterbukaan informasi seperti saat ini, sosok-sosok wanita hebat Indonesia dengan mudahnya terungkap dan menginspirasi. Saya salah satu yang dengan sukses terinspirasi. Serius berkarir bukan hanya untuk menyambung hidup hingga sang jodoh tiba dan menanggung segalanya, namun untuk memaknai hidup diri sendiri dan keluarga. Tidak pernah berhenti berkarya apapun bentuknya. Tahu apa yang membuat kita bahagia dan tanpa ragu mengejarnya. Juga menyeimbangkan hidup dengan sesuatu yang positif yang bukan tentang diri sendiri.

Cerita sukses wanita Indonesia yang banyak kita dengar bukanlah cerita yang mewakili wanita Indonesia seluruhnya. Masih banyak kaum kami yang pasti memiliki jawaban yang berbeda saat ditanya “Apakah kamu bangga menjadi wanita Indonesia?” Tapi setidaknya, saya percaya bahwa kehidupan kami jauh lebih baik dari generasi sebelum kami dan akan terus membaik di masa yang akan datang.

Satu kata kunci yang menggambarkan wanita Indonesia saat ini, BERANI. Kami berani bermimpi. Kami berani berkarir. Kami berani mandiri. Kami berani berkarya. Kami berani bersenang-senang. Dan [seringkali] kami berani berbuat salah.

Tapi saya tidak berani memberi judul atas hebatnya wanita Indonesia.


Ditulis oleh;
Rezki Jatianing W. (Djatya)
Account Director Edge Asia Indonesia

Perempuan paling hebat yang saya kenal, ya ibu.

Bukan cuma mengajarkan, ibu menunjukkan semua sisi perempuan yang akan selalu saya kagumi. Dari ibu, saya yakin bahwa perempuan harus punya dualisme peran. Di satu sisi, perempuan harus hidup di atas kakinya sendiri, mandiri, kuat, berkarakter, cerdas, berani. Di sisi lain, perempuan juga harus mengabdi, menyayangi, menyokong, mendorong, mampu berjalan selangkah di belakang laki-laki (pilihannya-tentu hehehe).

Jadi perempuan Indonesia itu harus cerdas berpolitik dalam hidup, harus menyelami setiap peran dengan kekuatan dan kelembutan sekaligus. Saya pernah melihat Ibu bekerja keras banting tulang waktu Bapak tidak bekerja, tapi saya pun pernah melihat Ibu, sebagai perempuan Jawa, dengan sabar memanaskan air mandi dan membuatkan teh bahkan saat Bapak sedang marah.

Ibu yang memarahi tetangga karena membela anaknya, tapi juga ibu yang sama yang tidur larut demi menjahitkan nama di seragam anaknya. Saya adalah perempuan modern yang percaya kesetaraan gender dan bahkan -merasa- feminis. Namun bicara tentang kodrat dan kebanggaan sebagai perempuan, saya selalu ingin menjadi istri dan ibu, seperti ibu saya.

Jadi sebagai perempuan di Indonesia, dimana adat istiadat adalah bagian dari kehidupan kita, menurut saya perempuan harus belajar menjadi kuat, tapi pada waktunya, menyerah pada kodrat. karena disanalah, kita sebagai perempuan, punya keindahan untuk dikagumi.


Ditulis Oleh:
Emelia Lionhearty
Digital Manager Growmint Digital

Perempuan. Indonesia masih terjebak dengan gender. Degradasi terhadap makna perempuan masih terasa kental. Penyebabnya bukan hanya cara berpikir pria yang masih terjebak pada budaya patriarki. Tetapi, ya memang perempuan terkadang juga masih belum bisa stand up. Padahal perempuan sendiri yang teriak-teriak emansipasi dan kita sendiri yang tidak bisa membuktikan itu. Bisa dihitung dengan jari aku, kamu, dan yang lain, berapa banyak perempuan yang bisa melakukan segalanya sendiri? Ironi sih.

Perempuan yang ideal adalah mereka yang bisa bertanggung jawab terhadap keputusannya sendiri, baik itu di kehidupan keluarga, pertemanan, dan pekerjaan. Apakah saya sudah ideal? Yah, belum juga. Proses menuju itu sangat panjang sekali. Lingkungan dan budaya sangat berperan penting untuk membentuk ini. Menjadi perempuan yang ideal sangat sulit karena ada faktor hormon yang tidak dimiliki oleh laki-laki. Ini bukan berarti saya meng-under estimate kemampuan perempuan, tetapi faktanya, hormon berbicara. Ada yang bisa berhasil? Tentunya ada.

Terkadang menyedihkan melihat kondisi perempuan di Indonesia. Kelebihan yang dipunya dijadikan nilai jual, bahkan langsung diperdagangkan. Akhir-akhir ini, banyak perempuan yang menjadi PSK di dunia digital, contohnya Twitter. Cari saja keyword “Cewe Sexy” di twitter maka akan banyak bermunculan. Perempuan tidak berpikir apa yang mereka lakukan sekarang sangat mempengaruhi cara pria memandang perempuan. Fenomena ini terjadi bisa disebabkan oleh pendidikan yang minim dan (lagi-lagi) lingkungan.

Harapan untuk perempuan Indonesia ke depannya adalah hidup dengan kemandirian dan bertanggung jawab. Jangan pernah protes karena merasa direndahkan, tetapi dirinya sendiri masih belum menunjukkan bahwa ia adalah perempuan yang sudah melakukan emansipasi. Masyarakat Indonesia itu kritis dan cenderung tricky, ini adalah tantangannya. Bagaimana caranya membuat perempuan lebih dipandang dan layak mendapatkan kesempatan yang sama? Ya, dengan melakukan hal-hal yang nyata dan berguna. Sesederhana, tidak usah parkir di area perempuan, tidak usah menuntut tempat duduk di transportasi publik, atau tidak usah minta untuk didahulukan di berbagai hal.

Emansipasi bukan berarti tiket hijau untuk diperlakukan spesial dan semuanya menjadi mudah untuk perempuan, tetapi tantangan untuk melakukan segala hal sama dengan pria. Berat? Jangan menyerah sebelum mencoba. Lakukan mulai dari hal yang paling sederhana di hari ini. Selamat mencoba!


Ditulis oleh;
Widya Safitri
Group Account Director SemutApi Colony & Klix Digital

Terlahir dan menjadi salah satu perempuan Indonesia seharusnya adalah hal yang paling menantang bagi saya pribadi. Terutama bagi saya yang lahir di kampung, jauh dari kehidupan mapan, jauh dari peradaban yang maju, edukasi masyarakat yang tergolong rendah, dan masih menganut tradisi bahwa perempuan hanya berakhir di dapur.

Beruntung saya memiliki sosok seorang wanita tangguh yang percaya bahwa setiap orang berhak mengejar impiannya masing-masing. Tak terkecuali seorang perempuan. Ia berhak menjadi hebat, ia berhak bekerja dan membantu suaminya, ia berhak memutuskan pendidikan anak-anaknya, dan berhak memiliki penghasilan sendiri. Ia lah mama saya, yang keras mendidik saya untuk menjadi perempuan yang mampu mengejar impian saya sendiri.

Saya bersyukur dilahirkan sebagai perempuan Indonesia di era 80-an. Bagaimanapun, dengan segala kondisi dan kekurangan yang ada, semua itu justru membuat saya menjadi perempuan yang lebih kuat secara mental. Saya belajar artinya susah. Saya belajar tentang proses.

Untuk memanen hasil yang bagus, kita harus menanam benih yang unggul. Saya tak mengatakan perempuan Indonesia saat ini terlahir secara instan dengan kondisi yang lebih menyenangkan dan mudah. Saya yakin, di belakang perempuan Indonesia saat ini pasti ada sosok perempuan hebat yang akan mengajarkan mereka untuk lebih menghargai kehidupan ini. Menghargai kemajuan yang ada. Menghargai diri mereka sebagai seorang perempuan. Dan mengajarkan mereka untuk lebih jauh berperan serta membangun bangsa ini.

Negara yang besar bukan karena pemimpinnya, tapi karena rakyatnya yang hebat. Saya percaya perempuan Indonesia akan dilihat sebagai rakyat yang hebat. Perempuan Indonesia tak hanya mampu mengendalikan keluarga, perusahaan, namun juga laju negara ini. Mereka akan menelurkan pemimpin-pemimpin besar dan memiliki hati yang besar pula. Semoga!


Ditulis Oleh;
Putri Widodo
Account Manager Adadiskon.com

Wanita Indonesia itu . . .

Adalah wanita yang bangga akan kulturasi budayanya, bangga punya norma yang bisa mengukuhkan dirinya sebagai wanita sejati. Semakin kesini, wanita Indonesia semakin sadar juga untuk mengembangkan diri mereka dan menempatkan diri mereka untuk selalu dihargai dan disejajarkan dengan kaum pria. Punya pemikiran yang terbuka.

Solidaritas kaum wanita juga semakin kuat sekarang. Saling berempati dan menguatkan satu sama lain, sama-sama menciptakan sosok kuat yang mampu mendapatkan apresiasi sosial. Sosok wanita Indonesia itu juga adalah sosok yang cinta keluarga, wanita yang bangga atas apa yang sudah mereka punya dan berusaha untuk selalu memberikan kenyamanan kepada keluarganya.


Ditulis oleh;
Theresia Suganda
Product Manager Yukcoba.in

Bicara tentang perempuan Indonesia tentunya tidak bisa lepas dari bicara tentang RA Kartini — sosok yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi Jawa pada khususnya dan perempuan Indonesia pada umumnya.

Kenapa kebangkitan? Apakah sebelumnya perempuan Indonesia dalam keadaan tidak sadar atau malah mati? Mungkin tidak secara literal, tapi secara “positioning” perempuan pada masa itu. Kartini jadi salah satu tokoh yang menggebrak pemikiran umum tentang peran perempuan dalam masyarakat; menuntut kebebasan bagi perempuan untuk belajar dan mengembangkan diri. Salah satu tokoh, karena Kartini bukan satu-satunya. Di masa yang sama, Dewi Sartika juga sudah mengupayakan pendidikan untuk perempuan di sekitarnya.

Saya tidak tahu apakah sebelum Kartini dan Dewi Sartika sudah ada tokoh perempuan lain yang juga “disruptive” pada masanya. Yang saya tahu kedua tokoh ini membukakan jalan untuk perempuan Indonesia di masa kini untuk bisa menjadi diri mereka saat ini. Perempuan yang bebas menikmati pendidikan setinggi-tingginya, mendalami bidang profesi yang beragam — bahkan beberapa sampai sekarang masih disebut sebagai “pekerjaan laki-laki”, berperan dan berkontribusi aktif dalam masyarakat pada berbagai skala.

Kini nama Mari Elka Pangestu, Pia Alisjahbana, Ayu Utami, Mira Lesmana, Butet Manurung, Ratna Sarumpaet, Alexandra Asmasoebrata, Susi Pudjiastuti, Desi Anwar, Anne Aviantie, dan masih banyak tokoh perempuan lainnya sudah tidak asing di telinga. Karya mereka di bidang masing-masing juga sudah diakui secara nasional bahkan internasional. (Jika para ningrat dari masa lalu bangkit dan melihat Andra ngebut di lintasan bapalan, mungkin mereka bisa pingsan lalu mengubur diri lagi.)

Namun bukan berarti perempuan Indonesia harus menjadi setenar mereka; memimpin perusahaan, memegang keputusan tertinggi, menjadi yang tercepat, mendunia. Menjadi pekerja penuh waktu di perusahaan, menjalani start up, menjadi freelancer, menjadi pengusaha skala kecil, menjadi ibu rumah tangga penuh waktu. Sah-sah saja. Kebangkitan perempuan Indonesia artinya perempuan memiliki pilihan yang lebih luas untuk menjadi apapun; mempunyai kebebasan menjadi diri mereka sendiri. Tidak didikte harus bagaimana atau menjadi siapa oleh siapapun, kecuali diri mereka sendiri.

They said I could be anything, so I become an Indonesian woman.

Membaca testimonial dari mereka membuat gue berpikir (lama), tentang apa yang sudah gue perbuat kepada keluarga dan sekeliling saya sebagai seorang lelaki (yang dikatakan lebih dari segalanya dibanding perempuan). Tapi hidup bukan untuk diisi dengan kompetisi antara perempuan atau lelaki. Hidup itu soal tentang saling menghargai, apapun, seberapapun.

Kebetulan, tempat gue bekerja, Growmint Digital juga memiliki semangat yang sama untuk memberikan penghargaan bagi para perempuan. Pagi ini, seluruh karyawan perempuan mendapat surat yang diletakkan di atas meja mereka masing-masing. Bukan surat romantis apalagi percintaan, surat ini adalah bentuk dari penghargaan dari para lelaki kepada mereka sebagai perempuan Indonesia.

Selamat Hari Kartini.
Selamat Hari Perempuan Indonesia.

Advertisements

One thought on “Selamat Hari Perempuan Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s