Membuat Social Media Kita Terlihat Menarik di Mata HRD

Photo by: http://instagram.com/djatya

Dua tahun lalu, berita tentang Perekrutan Karyawan Lewat Media Sosial sudah mulai dipublikasikan di Indonesia. Meski contoh kasusnya masih menggambarkan situasi di luar negeri. Saat ini, tahun 2014 sudah bukan rahasia lagi kalau orang-orang HRD di Indonesia juga telah menggunakan social media untuk mencari calon karyawan untuk perusahannya. Gak percaya?

Sebagai permulaan, saya akan membahas dulu bagaimana kondisi ketersediaan lapangan pekerjaan di Indonesia saat ini.

Jumlah pengangguran pada tahun 2014 diprediksikan menurun menjadi 7, 24 juta orang (6,03%). Jumlah ini lebih rendah dibanding jumlah pengangguran terbuka saat ini yang berjumlah 7,39 juta orang (6,25%).

Kesempatan kerja yang tercipta tahun depan diperkirakan sebanyak 1,87 juta orang yang disediakan oleh 9 sektor lapangan usaha. Sedangkan, angkatan kerja baru diperkirakan bertambah menjadi 119,91 juta pada tahun 2014. (Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi, 2014)

Nah, kalau dihitung secara matematika, jumlah tenaga kerja dan lapangan kerjanya emang gak sebanding ya. Tapi kan ini adalah pekerjaan yang terdata di pemerintah. Kurang lebih yang terdata itu dari sektor pertanian, pertambangan ,industri pengolahan, listrik, gas dan air, bangunan. perdagangan , angkutan , keuangan, dan jasa. Sebenarnya masih banyak industri lainnya, salah satunya industri kreatif.

Menurut pengalaman saya, di industri kreatif itu selain skill dan latar belakang pendidikan diperlukan juga koneksi atau networking. Nah, bukan hanya kenalan di dunia nyata, melainkan juga di dunia online. Gimana caranya memiliki itu, salah satunya lewat social media.

Generasi Millenials

Kondisi ini diperkuat oleh fakta bahwa Indonesia saat ini hingga 10 tahun ke depan akan dipenuhi penduduk dengan usia produktif. Dari total penduduk 251 juta jiwa, sebanyak 44,98% masuk ke dalam golongan produktif. Penduduk usia produktif memiliki usia antara 15-64 tahun Proporsi penduduk usia produktif ini akan terus meningkat sampai 2025.

Golongan usia produktif ini biasanya melek sama social media (generasi millenials). Kalau melihat data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia didominasi usia muda (12-34 tahun). Lengkapnya bisa dilihat di Digital in numbers Indonesia (compilation).

Demografi Netizen Indonesia

Nah kalau social media? Sama aja. Di Indonesia, Jakarta dan Bandung masuk dalam 10 Kota Besar dengan pengguna Facebook dan Twitter terbanyak (Social Bakers & Forbes 2012-2013).

Populasi Linkedin Indonesia

Fakta ini menunjukkan kalau SDM yang tersedia di Indonesia semuanya terhubung di Internet (social media). Maka gak heran, divisi HRD di hampir semua industri melirik social media dalam mencari calon karyawan terbaik menurut mereka.

Artinya, kita sebagai target dari mereka harus pintar dalam mengelola akun social media pribadi. Siapa tahu ada telepon masuk untuk menawarkan pekerjaan yang selama ini kita impikan.

Berikut adalah kutipan beberapa tips ringan yang bisa membantu Anda untuk mengelola akun social media pribadi agar terlihat menarik di mata HRD.

Membuat Social Media Menarik Perhatian HRDSelamat Diburu  : )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s